A. Pengertian TBC
Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh
mikobakterium tuberkulosis (Depkes, RI. 2001, hlm.7). Penyakit Tuberkulosis
pada bayi dan anak disebut juga Tuberkulosis Primer dan merupakan suatu
penyakit sistemik. Tuberkulosis primer biasanya mulai secara perlahan-lahan
sehingga sukar ditentukan saat timbulnya gejala pertama. Kadang terdapat
keluhan demam yang tidak diketahui sebabnya dan sering disertai tanda-tanda
infeksi saluran napas bagian atas.
B. Penyebab
terjadinya TBC
Menurut
Soeparman dan Waspadji (1994) penyebab dari tuberkulosis adalah mikobakterium
tuberkulosis, yang penularanya melalui tetesan ludah penderita TBC atau
melalui minuman susu sapi penderita TBC.
C. Tanda dan gejala
TBC
Menurut Soeparman dan Waspadji (1994) gambaran klinis dari tuberkulosis
adalah :
- Demam
Biasanya subfebris menyerupai demam influenza tapi kadang-kadang panas
badan dapat mencapai 40-41o C. Serangan demam hilang timbul sehingga
penderita merasa tidak pernah terbebas dari serangan demam. Keadaan ini sangat
dipengaruhi daya tahan tubuh penderita berat fungsinya infeksi kuman
tuberkulosis yang masuk.
- Batuk
Batuk berdahak lebih dari 3 minggu dan dahak yang keluar bisa
bercampur dengan darah.
- Sesak Napas
Pada penyakit yang ringan, penderita belum merasakan sesak. Sesak napas
akan dirasakan pada penyakit yang sudah lanjut dimana infiltrasinya sudah
setengah sebagian paru-paru.
- Berat badan turun tanpa sebab yang jelas atau tidak naik dalam 1 bulan dengan penanganan gizi.
- Napsu makan tidak ada dengan gagal tumbuh dan berat badan tidak naik dengan adekuat.
- Malaise
Penyakit tuberkulosis bersifat radang yang menahun. Gejala malaise sering
ditemukan berupa : anoreksia atau tidak nafsu makan, badan makin kurus
(berat badan menurun), sakit kepala, meriang, nyeri otot dan keringat malam.
Keringat malam terjadi disebabkan karena demam yang merangsang hipotalamus,
menghasilkan prosplatglandin sehingga tubuh berespon dengan menggigil
dan meningkatkan metabolisme yang produknya berupa keringat untuk mendinginkan
tubuh.
D. Cara pencegahan TBC
Beberapa
pencegahan yang dilakukan adalah mengacu pada faktor predisposisi menurut Timby
(1999), pencegahan tersebut antara lain:
1. Lingkungan
Lingkungan
yang kotor dan berhubungan langsung dengan polutan-polutan seperti asbes,
serbuk kayu, asap dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan sehingga basil
tuberkulosis mudah berkembang biak. Perhatikan pergantian udara dalam
ruangan di rumah maupun ditempat kerja. Usahakan
agar sinar matahari masuk ke dalam ruangan. Hindari
orang yang batuk di dekat kita dengan cara menutup hidung dan mulut kita.
2. Nutrisi
Nutrisi
yang buruk akan mengakibatkan daya tahan tubuh menurun. Menurunnya daya tahan
tubuh seseorang dapat memungkinkan basil tuberkulosis berkembang biak.
3. Imunisasi
Imunisasi
sangat penting guna memberikan kekebalan aktif pada anak dari penyakit
tuberkolosis. Imunisasi tersebut adalah imunisasi BCG yang bisa didapatkan di
Puskesmas, bidan ataupun klinik dan rumah sakit. Imunisasi BCG diberikan pada
bayi berumur 1 bulan dan pada saat dewasa dapat diberikan kembali guna
meningkatkan kekebalan. Kekebalan ini dapat mencegah atau paling tidak memperingan
keparahan yang muncul jika terkena TBC.
E. Kompilkasi TBC
Menurut Depkes, RI. (2001, hlm.9) komplikasi yang dapat terjadi pada
penderita tuberkulosis paru adalah :
1. Batuk darah (Hemoptisis).
2. Pneumothorak spontan
(paru kolaps karena kerusakan jaringan paru).
3. Bronkhiektasis, fibrosis
pada paru.
Insufisiensi kardiopulmoner
F.
Penatalaksanaan TBC
Jika menemukan keluarga, teman ataupun saudara
memperlihatkan gejala-gejala TBC seperti yang disebutkan diatas, maka
bersegeralah untuk membawanya ke tempat pengobatan terdekat, baik Puskesmas
maupun rumah sakit untuk mendapatkan pemerikasaan lebih lanjut dan pertolongan
agar tidak terjadi keparahan yang dapat menyebabkan komplikasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar