Sabtu, 27 Juni 2015

PENGERTIAN, PENYEBAB, TANDA GEJALA, PENCEGAHAN, KOMPLIKASI & PENGOBATAN TBC



A.    Pengertian TBC
Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh mikobakterium tuberkulosis (Depkes, RI. 2001, hlm.7). Penyakit Tuberkulosis pada bayi dan anak disebut juga Tuberkulosis Primer dan merupakan suatu penyakit sistemik. Tuberkulosis primer biasanya mulai secara perlahan-lahan sehingga sukar ditentukan saat timbulnya gejala pertama. Kadang terdapat keluhan demam yang tidak diketahui sebabnya dan sering disertai tanda-tanda infeksi saluran napas bagian atas.

B.     Penyebab  terjadinya TBC
Menurut Soeparman dan Waspadji (1994) penyebab dari tuberkulosis adalah mikobakterium tuberkulosis, yang penularanya melalui tetesan ludah penderita TBC atau melalui minuman susu sapi penderita TBC.

C.    Tanda dan gejala  TBC
Menurut Soeparman dan Waspadji (1994) gambaran klinis dari tuberkulosis adalah :
  1. Demam
Biasanya subfebris menyerupai demam influenza tapi kadang-kadang panas badan dapat mencapai 40-41o C. Serangan demam hilang timbul sehingga penderita merasa tidak pernah terbebas dari serangan demam. Keadaan ini sangat dipengaruhi daya tahan tubuh penderita berat fungsinya infeksi kuman tuberkulosis yang masuk.
  1. Batuk
Batuk berdahak lebih dari 3 minggu dan dahak yang keluar bisa bercampur dengan darah.
  1. Sesak Napas
Pada penyakit yang ringan, penderita belum merasakan sesak. Sesak napas akan dirasakan pada penyakit yang sudah lanjut dimana infiltrasinya sudah setengah sebagian paru-paru.
  1. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas atau tidak naik dalam 1 bulan dengan penanganan gizi.
  2. Napsu makan tidak ada dengan gagal tumbuh dan berat badan tidak naik dengan adekuat.
  3. Malaise
Penyakit tuberkulosis bersifat radang yang menahun. Gejala malaise sering ditemukan berupa : anoreksia atau tidak nafsu makan, badan makin kurus (berat badan menurun), sakit kepala, meriang, nyeri otot dan keringat malam. Keringat malam terjadi disebabkan karena demam yang merangsang hipotalamus, menghasilkan prosplatglandin sehingga tubuh berespon dengan menggigil dan meningkatkan metabolisme yang produknya berupa keringat untuk mendinginkan tubuh.

D.    Cara pencegahan TBC
Beberapa pencegahan yang dilakukan adalah mengacu pada faktor predisposisi menurut Timby (1999), pencegahan tersebut antara lain:
1.      Lingkungan
Lingkungan yang kotor dan berhubungan langsung dengan polutan-polutan seperti asbes, serbuk kayu, asap dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan sehingga basil tuberkulosis mudah berkembang biak. Perhatikan pergantian udara dalam ruangan di rumah maupun ditempat kerja. Usahakan agar sinar matahari masuk ke dalam ruangan. Hindari orang yang batuk di dekat kita dengan cara menutup hidung dan mulut kita.
2.      Nutrisi
Nutrisi yang buruk akan mengakibatkan daya tahan tubuh menurun. Menurunnya daya tahan tubuh seseorang dapat memungkinkan basil tuberkulosis berkembang biak.
3.      Imunisasi
Imunisasi sangat penting guna memberikan kekebalan aktif pada anak dari penyakit tuberkolosis. Imunisasi tersebut adalah imunisasi BCG yang bisa didapatkan di Puskesmas, bidan ataupun klinik dan rumah sakit. Imunisasi BCG diberikan pada bayi berumur 1 bulan dan pada saat dewasa dapat diberikan kembali guna meningkatkan kekebalan. Kekebalan ini dapat mencegah atau paling tidak memperingan keparahan yang muncul jika terkena TBC.
E.     Kompilkasi TBC
Menurut Depkes, RI. (2001, hlm.9) komplikasi yang dapat terjadi pada penderita tuberkulosis paru adalah :
1.      Batuk darah (Hemoptisis).
2.      Pneumothorak spontan (paru kolaps karena kerusakan jaringan paru).
3.      Bronkhiektasis, fibrosis pada paru.
Insufisiensi kardiopulmoner

F.     Penatalaksanaan TBC 
Jika  menemukan keluarga, teman ataupun saudara memperlihatkan gejala-gejala TBC seperti yang disebutkan diatas, maka bersegeralah untuk membawanya ke tempat pengobatan terdekat, baik Puskesmas maupun rumah sakit untuk mendapatkan pemerikasaan lebih lanjut dan pertolongan agar tidak terjadi keparahan yang dapat menyebabkan komplikasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar